Jleb! Seruan Tegas Ustad Akhir Zaman Zulkifli M.Ali di Reuni Akbar 212 (Monas 2017)


Da'i yang dijuluki ustad zaman now, yakni Ustadz Zulkifli Muhammad Ali, mengatakan, bahwa khilafah Islam akan kembali menguasai dunia pada 2020. "Badan intelijen Amerika (CIA) memprediksi bahwa kekhalifahan Islamiyah akan kembali memimpin dunia pada tahun 2020," katanya saat memberi tausiyah dalam acara Mulid Nabi Muhammad SAW dan Reuni 212 di Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017). Ia menyebut, prediksi itu bukan mustahil terjadi karena nubuat Rasulullah menyebutkan bahwa setelah melalui lima fase, maka Islam akan kembali berjaya di muka Bumi. Kelima fase tersebut adalah periode kenabian, kekhalifahan, khilafah dengan sistem kerajaan, penindasan Islam, dan penutup. "Periode kenabian telah berlalu dengan wafatnya Rasulullah; periode kekhalifahan telah berakhir sejak wafatnya khalifah Ali bin Abi Thalib; periode kekhalifahan dengan sistem kerajaan telah berakhir sejak diruntuhkannya kekhalifahan Usmaniyah di Turki pada 13 Maret 1924 oleh Mustafa Kemal At Taturk," papar da'i asal Sumatera Barat tersebut. Fase keempat, yakni penindasan Islam, katanya, adalah fase dimana saat ini tengah dijalani oleh umat Islam di Indonesia dan seluruh dunia, karena umat Islam tidak pada posisi memimpin, dan agama Islam menghadapi berbagai tuduhan, termasuk tuduhan sebagai agama teroris dan intoleran. "Periode penutup adalah periode dimana kekhalifahan seperti sistem kenabian, muncul lagi dan umat Islam kembali memimpin dunia," katanya. Ustad yang juga dijuluki Ustad Akhir Zaman ini pun meminta umat Islam, khususnya yang hadir dalam acara Reuni 212, untuk terus berjihad, karena jihad demi agama Allah besar pahalanya, dan dijamin masuk surga. Sementara itu Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, orang-orang yang selalu berprasangka terhadap umat Islam, orang-orang yang menuduh umat Islam tidak cinta NKRI, anti kebhinekaan dan tidak Pancasilais adalah orang-orang yang tidak mengerti sejarah. "Mereka yang melarang ceramah, membubarkan pengajian, mereka juga orang-orang yang tidak mengerti sejarah!" katanya. Politisi Gerindra ini mengingatkan bahwa umat Islam lah yang membebaskan NKRI dari penjajahan Belanda dan Jepang, dan yang membangun NKRI pada 1950 adalah Perdana Menteri M Natsir yang juga seorang tokoh Masyumi. "Maka belajarlah sejarah! Umat Islam punya saham besar atas berdirinya NKRI. Maka, tak perlu mempertentangkan Islam dengan Pancasila. Tak perlu ajarkan umat Islam tentang toleransi," pekiknya. Fadli juga mengingatkan agar umat Islam jangan selalu diancam-ancam dan jangan dikriminalisasi. Ia bahkan meminta agar aparat penegak hukum jangan mengabdi kepada kepentingan politik, apalagi pada kekuasaan, karena kepentingan politik hanya sesaat dan kekuasaan tidak abadi. "Jika sekarang hukum tak dapat ditegakkan, maka nanti, setelah kekuasaan berganti, hukum insya Allah akan dapat ditegakkan!" ancamnya. Seperti diketahui, saat ini, selama tiga tahun pemerintahan Jokowi, umat Islam merasakan adanya ketidakadilan, karena di satu sisi kasus-kasus yang menyangkut umat Islam sangat cepat diproses kepolisian, sementara kasus-kasus yang terkait dengan para pendukung pemerintah, cenderung tidak ditangani dengan baik, bahkan ada yang seakan dipetieskan. Kasus terbaru adalah dugaan ujaran kebencian dan ancaman pembunuhan oleh politisi NasDem Viktor Laiskodat yang orangnya hingga kini tetap dapat menghirup udara bebas meski kasusnya telah dilaporkan Agustus 2017 lalu. Di sisi lain, Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab diduga dikriminalisasi Polri dengan merekayasa chat mesum Habib dengan seorang perempuan bernama Firza Husein. Dugaan muncul karena selain Habib dan Firza mengaku tak pernah melakukan chat seperti itu, dan keduanya tak saling kenal, kasus pun muncul setelah Firza ditangkap dan ponselnya disita karena kasus makar. Hingga kini, penanganan kasus itu tak jelas. Habib diduga dikriminalisasi karena termasuk motor penggerak Aksi Bela Islam yang membuat Ahok dipenjara karena kasus penistaan agama, dan kalah di Pilkada DKI 2017 karena di ajang pesta demokrasi ini Ahok hanya meraih suara 42,04%, sedang lawannya, Anies-Sandi meraih 57,96% suara.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Komentar